Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2017

Inilah Cara Ketahui Akun Google Dibobol Oleh Hacker

Serangan malware Gooligan (perpaduan Google dan Hooligan) yang mengincar perangkat Android, telah menginfeksi jutaan akun Google. Perangkat Android yang terkena malware Gooligan ini meningkat sebanyak 13.000 pengguna per harinya. 
Akun Google | Search Google
Menurut studi yang dilakukan Check Point, Gooligan biasanya membidik perangkat yang berjalan di Android 4 (Jelly Bean dan Kitkat) dan Android 5 (Lollipop).

Parahnya, sebagaimana dikutip dari CNET, Sabtu (3/12/2016) infeksi Gooligan tersebar lewat aplikasi pihak ketiga di toko aplikasi dan sejumlah tautan phising ke pesan singkat untuk mencuri informasi pribadi. 

Selain itu, infeksi Gooligan akan membuat software tools terunduh untuk mencuri token di Google Play, Gmail, Google Drive, dan program lainnya tanpa sepengetahuan si penggunanya. 

Tentu sebagai pengguna perangkat mobile, kita harus selalu waspada dan berhati-hati apabila hal ini terjadi. Namun, untuk memastikannya, kamu dapat mencari tahu sendiri apakah akunmu pernah diretas atau tidak.
  1. Kamu dapat mengeceknya sendiri di situs Check Point.
  2. Kemudian, masukkan email kamu dan sistem akan mengeluarkan hasil apakah akunmu pernah disusupi atau tidak.
  3. Cek pada postingan blog di situs Check Point untuk mencari tahu daftar aplikasi yang terinfeksi Gooligan. Siapa tahu, aplikasi ini ada di antara aplikasi-aplikasi yang kamu pasang. 
  4. Jika betul akun kamu diretas, jangan panik. Coba untuk wipe akunmu di perangkat Android dan lakukan clean install atau metode menginstal sistem operasi (OS) yang akan menghapus data-data pada partisi yang dijadikan tempat menginstal OS.
  5. Terakhir, ubah kata sandi akun Google pada perangkat yang kamu gunakan.
Selamat mencoba!

| Berbagai sumber

Senin, 16 Januari 2017

Inilah Merek Smartphone Android yang Rentan Dimata-matai Hacker

Ratusan juta smartphone Android diduga memiliki risiko celah keamanan yang memungkinkan para hacker untuk melakukan pembajakan handset tanpa pengetahuan korban.
Ilustrasi | Liputan6
Menurut para peneliti di perusahaan keamanan Check Point, perangkat yang dibuat oleh Samsung, HTC, LG dan ZTE, termasuk yang menjalankan versi Android terbaru, berpotensi rentan terhadap serangan hacker.

Check Point mengatakan bahwa perangkat lunak yang diinstal pada smartphone oleh produsen - yang tidak dapat dinonaktifkan oleh pengguna - bisa dieksplotasi oleh aplikasi berbahaya, memberikan hacker akses ke perangkat.

Dengan demikian, hacker bisa mencuri informasi kontak dan data pribadi lainnya, melacak lokasi pengguna serta menyadap mikrofon smartphone tanpa sepengetahuan pengguna.

"Ini akan membuat perangkat layaknya mata-mata," kata Gabi Reish, Vice President of Product Management Check Point, sebagaimana dikutip dari Telegraph, Senin (10/8/2015).

Produsen ponsel menginstal plugin (program komputer) pada smartphone sebelum dijual ke pasaran yang memungkinkan mereka atau operator jaringan, mengakses pengguna dari jarak jauh menggunakan alat dukungan seperti RSupport atau TeamViewer.

Akibat dari hal ini, pengguna Smartphone versi android ini akan mengalami beberapa gejala yang akhirnya kan mencuri semua data penggunanya.

Pengguna tak bisa berbuat apapun
Namun, jika malware menginfeksi smartphone, Check Point menyatakan malware dapat menyamar sebagai salah satu alat yang menggunakan sertifikat keamanan palsu untuk mengontrol perangkat.

"Tidak ada cara (bagi plugin) untuk memverifikasi identitas mereka. Para produsen telah memasukkan program custom verification system dengan cara yang `cacat` dan setelah itu terhubung ke aplikasi berbahaya guna memperoleh akses ke perangkat," ujar Reish.

Bahayanya, pengguna tidak bisa menonaktifkan perangkat lunak yang memungkinkan aplikasi berbahaya menyelinap ke smartphone.

Check Point menegaskan, sebagian besar smartphone yang menjalankan Android Lollipop atau sistem operasi versi terbaru dan yang paling aman sekalipun, tetap saja berisiko.

Tanggapan Google dan Samsung
Sebagai solusi, Check Point telah mengembangkan aplikasi scanner yang diklaim dapat mendeteksi `kecacatan` tersebut. Secara terpisah, baik Google dan Samsung mengatakan bahwa mereka akan merilis update keamanan reguler untuk ponsel Android.

"Kami ingin berterima kasih kepada peneliti yang telah mengidentifikasi masalah tersebut. Sejumlah Original Equipment Manufacturers (OEM) telah memberikan update pada perangkat untuk menyelesaikan masalah ini. Perangkat Nexus tidak terpengaruh dan kami belum melihat upaya untuk mengeksploitasi ini," kata juru bicara Google.

"Kami terus memantau aplikasi yang berpotensi membahayakan dengan VerifyApps dan SafetyNet. Kami menyarankan agar pengguna menginstal aplikasi dari sumber yang terpercaya, seperti Google Play," tambahnya.

Berikut adalah daftar lengkap merek dan produsen smartphone yang menurut Check Point terkena imbas dari masalah ini:
  • Archos
  • BenQ
  • Broadcom
  • Bullitt
  • CloudProject
  • Gigaset
  • Hisense
  • HTC
  • Huaqin
  • Huawei
  • Intel
  • Lenovo
  • LGEMC
  • Longcheer
  • Medion
  • Oppo
  • Pantech
  • Positivio
  • Prestigio
  • Quanta
  • Samsung
  • TCL
  • TCT
  • Unitech

| liputan6.com

Minggu, 27 September 2015

Tips Membedakan Ponsel Xiaomi 'KW' dan 'Asli'

KW dan Asli
Sebagai pemain baru di industri smartphone Indonesia, nama Xiaomi sudah lumayan tenar. Pasalnya, vendor asal Tiongkok tersebut menawarkan smartphone berbanderol murah dengan spesifikasi di atas rata-rata perangkat di kelas yang sama.

Akibat ketenaran tersebut ada pihak - pihak tertentu yang manfaatkan kemampuannya untuk mencari keuntungan dengan jalan pintas yang dianggap pantas atau dengan cara yang benar. Salah satunya adalah dengan membuat dan menjual smartphone Xiaomi tiruan.

Ponsel tiruan tersebut terlihat unik dan juga sama persis seperti ponsel Xiaomi Asli. Memang ada beberapa perbedaan minor di antara keduanya. Namun, jika dilihat secara sepintas, sangat sulit untuk membedakan antara yang asli dan palsu.

Lantas, bagaimana cara mengecek keaslian dari ponsel Xiaomi? Cara termudah adalah dengan menggunakan tools atau aplikasi pengecekan buatan Xiaomi sendiri. Anda hanya perlu masuk ke situs https://jd.mi.com lewat browser di PC atau laptop.

MI Verifikasi
Kemudian, download saja file APK yang sudah tersedia di situs ini. Setelah itu, pasang aplikasi tersebut di ponsel Xiaomi yang mau dicek keasliannya dan jalankan setelah proses instalasi selesai.

Sekadar catatan, Anda mungkin harus mengaktifkan mode instalasi aplikasi dari sumber di luar Google Play Store. Di perangkat Xiaomi, mode itu bisa ditemukan di bagian :

Settings -->> Additional Settings -->> Privacy -->> Unknown Sources.

Refresh situs web https://jd.mi.com, kemudian arahkan ponsel ke kode QR. Arahkan hingga proses pemeriksaan selesai. Seusai itu, situs web akan memberikan informasi apakah ponsel Xiaomi yang diuji asli atau tidak.

Sayangnya, tools tersebut hanya bekerja untuk ponsel Xiaomi terbaru saja, seperti Mi 4 dan Mi 4i. Seri ponsel Xiaomi lawas, seperti Redmi 1S dan Redmi 2, tidak didukungnya.

Cara pengecekan lain

Namun, tidak perlu panik, karena masih ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menguji keaslian perangkat Xiaomi. Dalam postingan blog milik Prasetyo Herfianto, salah satu korban perangkat Xiaomi palsu, ada beberapa langkah mudah untuk pengecekan tersebut.

Cara pertama adalah dengan melakukan Factory reset atau menghapus semua data yang ada. Tampaknya, si peniru perangkat berhasil membuat software yang "mampu" menipu aplikasi benchmark, seakan produk ini menggunakan spesifikasi yang sama dengan aslinya.

Dengan factory reset, software tersebut akan terhapus dan aplikasi-aplikasi benchmark dapat mengenali dan mengidentifikasi hardwaresebenarnya,

Setelah itu, gunakan tiga aplikasi Benchmark ini, yakni Antutu, CPU-Z, dan Sensor Box. Perhatikan secara mendetail, apakah spesifikasi yang dibekali di perangkat benar-benar sama dengan aslinya atau tidak. Pastikan juga jumlah sensor yang dimiliki benar.

Cara lainnya adalah dengan mengecek versi Sistem Operasi (OS). Biasanya, perangkat Xiaomi dirilis menggunakan MIUI, nama tampilan antarmuka buatan Xiaomi, versi stabil. Jika ditulis masih Beta, ada kemungkinan itu perangkat palsu.

Pengguna juga bisa melakukan pencarian di internet, versi MIUI yang tercantum di perangkat. Jika tidak ditemukan, bisa jadi produk tersebut palsu.

Anda juga bisa mengecek Hasil Photo, resolusi, dan apertur dari kamera yang ada di perangkat Xiaomi. Pastikan sesuai dengan spesifikasi resmi perangkat. Satu hal yang harus diingat, meski perangkat mampu menghasilkan gambar yang baik, belum tentu produk tersebut asli.

Satu hal yang tidak kalah penting, cek IMEI dan Serial Number. Pastikan kedua informasi tersebut sesuai dengan kotak penjualan. Dalam kasus yang dialami Prasetyo, nomor IMEI perangkat sesuai dengan kotak, tetapi serial numbernya berbeda.

Minggu, 15 Februari 2015

Inilah Aplikasi Boros Baterai di Android

Merasa baterai gadget Android cepat terkuras? Kinerja perangkat menjadi pelan? Biang keroknya mungkin adalah satu (atau lebih) aplikasi yang terpasang di perangkat bersangkutan.

Daftar Aplikasi Boros Baterai di Android

Nah, aplikasi mana saja yang memboroskan baterai dan menurunkan kinerja? Jawabannya coba ditemukan oleh lembaga sekuriti AVG, yang bulan ini menganalisis perangkat Android milik lebih dari satu juta pengguna aplikasi AVG.

Hasilnya ditemukan bahwa Facebook menduduki urutan teratas dari daftar 10 aplikasi Android yang menyita sumber daya alias menurunkan kinerja perangkat.


Banyak dari aplikasi di atas merupakan judul-judul populer yang “wajib” hadir di gadget Android. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi pemborosan baterai dan kinerja tanpa harus membuang aplikasi yang bersangkutan?


AVG menyarankan pengguna untuk mematikan fungsi notifikasi serta membatasi interval refresh untuk aplikasi yang berjalan di latar belakang. Kedua hal ini bisa dilakukan dengan mengatur setting dari dalam aplikasi yang bersangkutan.

Disarankan pula untuk sering-sering membersihkan cache aplikasi karena file sampah yang terkumpul bisa berukuran sangat besar.Scrolling timeline di Facebook selama 60 detik, misalnya, disebut sudah menghasilkan file cache sebesar 5MB. Menu Clear Cache bisa ditemukan di pengaturan App Manager dalam menu setting Android.